Monday, September 8, 2014

Resep Sayur Lodeh ala Perantauan di Konya

Merhaba..!. Assalaammu'alaikuum..

Ini adalah pertama kalinya saya masak sayur lodeh di Konya. Masih mengandalkan bumbu instan yang dibawa dari Indonesia. Alhamdulillaah sedaap dan mantap rasannya. Jadi semangat kalau mau masak lagi. :D

Resep sayur lodeh ini juga bisa dipraktekkan untuk pembaca sekalian yang sedang di perantauan, anak kostan, atau yang belum bisa nguleg bumbu sendiri. Berikut bahan-bahan yang harus disiapkan:

Saturday, June 28, 2014

Catatan Berrumah Tangga - Turbulensi

Bismillaah...


Kakak dari ibu saya suatu hari menginap di rumah. Bude, begitu aku memanggilnya. Usianya 65 tahun, masih sehat, dan tidak berkacamata. Percakapannya sehari-hari di rumah bersamaku menjadikanku lebih mengenal pribadi Bude saat ini. Aktivitasnya sehari-hari ia gunakan untuk banyak menuntut ilmu agama dan beribadah. Ia mengikuti kajian islam 4X dalam seminggu dan menjadi penanggung jawab majelis ta'lim di masjid samping rumahnya dengan jamaah 70-an orang ibu-ibu. MasyaAllaah... Sejenak aku mengaca pada diriku sendiri dalam menuntut ilmu agama yang masih jauh sekali dibandingkan dengan beliau.

Di rumah saat menginap, setengah jam sebelum adzan sholat ia sudah berwudhu, memakai mukena, dan duduk berdzikir di atas sajadahnya. Sholat rawatib selalu ia lakukan. Tahajjud selalu ia kerjakan. Pembawaannya tenang, santai, dan bijaksana.

Saturday, March 29, 2014

Pengalaman Mengurus Visa Turki Di Kedubes

Assalammu'alaikuum Wr. Wb.

Salam kepada para pembaca yang budiman. Sebagaimana judul tulisan ini saya akan memberikan informasi mengenai persyaratan apa saja yang harus dipenuhi untuk mendapatkan izin masuk (visa) ke negara Turki -- khusus dengan waktu lebih dari 30 hari (menetap).

Untuk para pembaca yang ingin berwisata ke negeri seribu menara ini dengan mendapatkan visa kunjungan kurang dari 30 hari, Pemerintah Turki memberlakukan beberapa cara yaitu dengan Visa-On-Arrival (saya singkat dengan VOA) dan E-Visa. VOA sebagaimana namanya bisa diurus di Atatturk Airport, İstanbul tanpa kita harus ke embassy untuk mengurusnya. Pemohon VOA di Bandara Atatturk İstanbul ini banyak sekali, antriannya mengular karena orang di seluruh dunia ingin datang ke kota ini (cerita tentang pengalaman ke Turki dengan VOA baca disini ya). Namun, per April 2014 VOA ini akan diganti dengan E-Visa yang lebih mengefisienkan waktu. Mengurus E-Visa ini seperti berbelanja via online, data-data dimasukkan dan dibayar online dengan kartu kredit. Approval akan diterima via e-mail. Anda bisa membaca blog Bapak Ardi berikut bagaimana dalam mengurus e-visa Turki. Untuk website E-Visa selengkapnya silakan browsing link ini www.evisa.gov.tr

Kembali pada topik utama, berikut ini saya tuliskan kembali persyaratan pengajuan visa dari dokumen yang saya dapatkan melalui Turkish Embassy:

Tuesday, March 4, 2014

Eksperimen Melukis Dengan Cat Air Buatan Sendiri


Hari itu saya sedang mencari inspirasi kegiatan bermain Aisya yang lebih variatif. Sebenarnya, saya lihat dia tidak bosan dengan kesibukannya sehari-hari -- nguprek-nguprek kulkas, jalan-jalan di teras sambil nyobain satu-satu sepatu neneknya, sendal oom-nya, dan pengasuhnya yang sering kebalik-balik, dan satu lagi naik turun tangga (ini yang bikin cape) -- tetapi saya mau mengenalkannya dengan sesuatu yang berbeda, supaya lebih banyak yang bisa dia eksplor.

Walhasil, dari googling sana kemari, saya dapat inspirasi untuk mengenalinya melukis dengan cat air rumahan (Homemade Watercolors). Inspirasi nya saya dapat dari website Tinker Lab. Raising Tomorrows Creative Thinkers, itu slogan webnya. Keren yah! Sebenarnya banyak web-web serupa, seperti The Imagination Tree, Mommy Labs, Hands On As We Grow, dan banyak yang lainnya lho Moms.. Muatan dari web-web tersebut mayoritas adalah variasi aktivitas bermanfaat untuk tumbuh kembang anak sesuai usianya.

Tuesday, February 25, 2014

Bagaimana Kami Mengajarkan Anak Buang Air di Toilet

Salam Mommies sekalian!

Kalau membahas Toilet Training (TT) dimasa-masa anak masih belum bisa SAMA SEKALI diajak pee dan pup di toilet, duh... jadi teringat saya pernah bertanya di dalam hati sendiri sembari melihat popok berbaris-baris terjemur dan belum kering juga, "Kapan ya anakku bisa ngomong dia mau pee dan pup ke toilet? Biar popoknya ngga kebanyakan yang dicuci...". Seperti pertanyaan berandai-andai rasanya. Tapi percayalah, saya pernah melewati masa itu dan Alhamdulillaah perlahan-lahan kami bisa melewatinya.

Saat ini, Aisya berusia 20 bulan (1 Tahun 8 Bulan). Dia masih dalam proses TT dan belum bisa saya katakan lulus sempurna. Namun, dalam keseharian di rumah, saya sudah lebih percaya diri untuk tidak memakaikannya pospak, clodi, atau insert. Jika tidur malam, alhamdulillaah, hampir setiap hari sudah tidak mengompol, dan hampir setiap kali ingin pup dia sudah bisa melapor "e-e!" dan sedikit-sedikit laporan juga kalau mau pee. Hee.. Memang untuk urusan pee (BAK) agak butuh sedikit ketelatenan karena frekuensinya lebih sering ketimbang pup (BAB).

Bagaimana cara kami bisa sampai ke tahap ini?

Friday, February 14, 2014

Scarf Project #2: Trinity Scarf

Yes! Alhamdulillaah... selesai juga project scarf ke-2 ini. Pegel2 nya mirip kayak pas merajut syal slip slope scarf buat suami.. benangnya pun sama... rasanya nunggu benangnya jadi kere begini seneng banget, artinya sedikit lagi selesai... hahay
Inspirasi stitchnya murni dari ngubek2 web NewStitchADay -Trinity Stitch. Awalnya dari trial error sama Moss stitch, tp serasa lebih lancar dgn tusuk sc3tog nya si Trinity Stitch.. mantaapp emang lancar dan cepet bikinnya..
Oiya, saya merajut syal ini dengan benang Caron Simply Soft 6 Oz (di-klik ya ada testimoni dari saya tentang benang ini....)
Oke happy crochet, arkadaşlar!!!!

-Zoom Trinity Stitch detail,, cantik kayak ada bintang2-

Finished! Not For Sale yaa...


NB: benang yang jadi "kere" maksudnya begini nih.. hihi.. kurus tp jadi pertanda baik sebentar lagi akan selesai. Sometimes, i really really enjoy this moment, watching my yarn shrinking and transform into another shape and beautifully functional art.

Wednesday, February 5, 2014

Testimoni: Caron Simply Soft 6 Oz

Caron Simply Soft 6 Oz adalah salah satu benang rajut impor favorit saya. Benang ini diproduksi di Amerika dengan komposisi 100% Akrilik. Pilihan warna-warnanya sangat banyak. Salah satu yang saya suka dari benang impor adalah, mereka punya label!
Yuk kita intip labelnya...


Dari keterangan label diatas, mari sama-sama kita bahas apa sih maksud yang tertera di dalamnya...

1. Dapat dicuci dan dikeringan dengan mesin cuci
2. Berat Bersih 170 gr (6 Ounces/Oz). Panjang 288 meter (315 yards)
3. "No Dye Lot" merujuk pada konteks pewarnaan benang, artinya tidak ada variasi warna antara batch satu dan batch lainnya saat diproduksi di pabrik. Maka, jika kita kehabisan benang dan harus membeli lagi tidak ada perubahan warna pada nomor batch yang berbeda. Untuk penjelasan lebih lanjut baca m.wisegeek.com/what-is-no-dye-lot-yarn.htm
4. Termasuk benang kategori #4-Worsted
5. Gauge dengan knit needle 5 mm adalah 4x4 inches atau 10x10 cm dengan 18 stitch dan 24 rows.
6. Menggunakan crochet Hook 5 mm
7. Machine wash, warm, gentle
8. Tidak boleh menggunakan pemutih
9. Tumble dry gentle low heat
10. Dry clean any solvent except trichloroetylene
11. Tidak boleh disetrika

Salah satu yang membuat saya suka dengan benang ini adalah karena isinya banyak; alias panjang. Selain itu, tekstur benangnya halus sebagaimana namanya - "Soft", sehingga tidak melukai jari saat dirajut. Benang ini berbulu, standar dan wajar sebagaimana benang akrilik pada umumnya. Project rajutan dengan benang ini akan terasa hangat, sehingga cocok untuk dibuat menjadi syal, selimut, arm/leg warmer, topi dingin, sweater. Beberapa kali saya membeli benang jenis ini dan tidak pernah mengecewakan. Saya pernah mendapati sambungan benang dengan ikatan di dalam gulungannya, tapi tidak masalah. Ketebalan benang seragam. Untuk yang baru pertama kali merajut Caron Simply Soft mungkin akan menemui kesulitan karena benangnya pecah, lilitan serat-seratnya terkadang terbuka dan menyangkut pada alat rajut, sehingga seringkali mengganggu. Namun, seiring dengan berjalannya waktu akan terbiasa dan mudah kembali untuk dirajut. NB: saya membeli benang ini di Facebook Papiput Shop.

Semoga Bermanfaat yaahh..!
Wassalaam...

-Benang Caron dengan warna Bone-

Saturday, January 25, 2014

Cerita Di Balik "Fern Leaf Doily"

-The Doily is For Sale- please contact my facebook account for further information
Pernah satu waktu saya begitu
penasaran dengan benang rayon lokal. Saat itu saya memang sedang dalam masa belajar merajut, tepatnya bagaimana membaca pola. Setelah membaca testimoni dari teman-teman facebook yang pernah merajut benang jenis ini dan Online Shop yang  menjual benang tersebut saya jadi tertarik. Bagus untuk project wearable, baby project, taplak, sifatnya mengkilap, adem, jatuh, ply nya kecil, begitu kesan mereka. Tapi, memang yang namanya beli via online (waktu itu andalan saya hanya online shop untuk belanja kebutuhan merajut, karena toko offline terdekat tidak menjual benang itu) tetap tidak bisa kita indera secara langsung. Bayangan akan tekstur, serat, dan kekenyalan benang tidak bisa dirasakan. Alhasil, saya membeli benang rayon tersebut dengan berbekal niat membuat project wearable. Singkat cerita, 5 (lima) gulung benang rayon lokal akhirnya ada di tangan saya.
Penjajakan benang rayon-pun dimulai:
1. Saya mencoba membuat shawl, dengan 1 strand benang. Menyerah. Karena saya merasa terlalu licin dan terlalu jatuh. Walaupun tidak berat tapi jari terasa pegal dibuatnya.. weehhehehe..
2. Setelah berganti tahun, saya baru menyentuhnya kembali dan mencoba membuat cardigan, dengan 2 strands benang. Menyerah lagi dengan alasan yang sama dengan poin nomor 1.
3. Akhirnya pilihan tertuju pada project non-wearables yg tidak sulit: DOILY!!! Bulan berganti tahun, akhirnya berhasil menjadikannya Si "Fern Leaf Doily" dengan menghabiskan 1 gulung benang rayon saja. Dan sekarang belum ada niatan lagi untuk merajut benang rayon yang sisanya. Now, I think i'm not the fan of this yarn.. hmm..
Saya ingat sekali dengan Mbak VivinAnd Craft di Facebook. Beliau membuat berbagai macam cape orderan dengan benang rayon. >_<) TOP! Salut banget sama Mbak Vivin. Saya tanya, "pakai hook nomor berapa ya Mbak?" Karena saya merasa ngga enak terus ngerajutnya. Mbak Vivin bilang, "pakai nomor 1.75". Saat itu saya masih bingung 1.75 itu ukuran apa, amerika, jepang?? Dalam satuan milimeter atau yg lainnya. Haha.. makluum.. masih belajar. Ternyata setelah search di OlShop yang menjual Crochet Hook, ukuran yang dimaksud Mbak Vivin adalah 1.75 mm. Itu masuk dalam lace hook, dan lebih kecil daripada 1/0. Alamaaakk.. dulu sempat hands up untuk hook dibawah 1/0. At least, I have to try this!
Sebelumnya, project ini juga merupakan challenge pribadi, yaitu membuat doily dengan pattern tertulis. Kenapa? Karena 2 doily karya saya sebelumnya dibuat dengan pattern diagram. Nah, ini kesempatan bagus untuk menjajal pola tertulis... Inilah link pattern/pola tertulisnya:
Polanya cantik dan tidak membutuhkan stitch yang rumit. Lebih bagus lagi jika menggunakan benang katun dan di-blocking setelah selesai dirajut.
Doily/taplak ini saya buat dalam waktu kurang lebih 1 minggu dengan waktu pengerjaan 3 jam/hari.
Semoga Menginspirasi sahabat perajut semua!

Saturday, December 28, 2013

Scarf Project #1: Basketweave Stitch Scarf

Banyak sekali ide dan keinginan untuk merajut ini dan itu sampai-sampai kalau lihat benang beraneka ragam warna dan serat serasa tidak bisa mengendalikan diri :p. Mungkin sahabat-sahabat perajut juga sering mengalaminya. Maka dari itu, kita sebagai perajut perlu fokus dan memiliki target yang jelas tentang apa saja yang akan kita buat.
Nah, inilah yang saya lakukan agar fokus sebelum memulai menyelesaikan project scarf (dan juga untuk project lainnya). Pertama, saya menentukan terlebih dulu untuk siapa project rajutan ini dibuat. Setelah itu, pemilihan serat benang berikut dengan warnanya. Dan yang terakhir, menentukan pattern atau stitch yang akan digunakan/diaplikasikan untuk merajut.
Scarf ini akan saya dedikasikan untuk suami saya. Setelah hunting benang yang lumayan lama akhirnya saya jatuh hati dengan benang ALİZE LANAGOLD BATIK. Belinya via online di Facebook, kalau mau beli atau lihat-lihat silakan cek langsung di Fan Page Jual Benang Rajut Impor. Olshop itu mayoritas menjual benang ALİZE, salah satu brand benang rajut asal Turki. Komposisi seratnya (Lanagold Batik) adalah 51% Acrylic dan 49% Wool jadi lumayan hangat untuk dirajut sebagai scarf. Saya memilih warna-warna kombinasi yang disukai suami saya, antara lain: hitam, abu-abu muda & tua, serta cokelat muda & tua, nampak netral untuk dipakai pada pakaian warna apapun. Untuk testimoni selengkapnya tentang benang ALİZE ini mari singgah ke postingan blog saya sebelumnya di sini.
Melanjutkan pembicaraan tentang scarf project, setelah benang ada di tangan, selanjutnya adalah pemilihan pattern atau stitch. Saya sempat mencoba stockinette stitch dengan teknik crochet pada benang ini, dan ternyata hanya bertahan 2 rows. Selain itu, saya merasa aneh juga dengan hasil rajutan tersebut (crochet stockinette), sehingga saya rombak. Sampai akhirnya pilihan saya jatuh pada Basketweave Stitch.
Ini adalah pertama kalinya saya menjajal basketweave stitch yang merupakan salah satu jenis tusuk rajutan dengan aplikasi front/back post secara lurus. Saya mengikuti pola tusukan ini yang ada pada link berikut. Setelah browsing pattern-pattern tentang basketweave stitch ternyata cukup beraneka ragam jenisnya. Variasinya terletak pada jumlah post dan row yang diaplikasikan.
Yap, setelah proses merajut selama seminggu lamanya (dengan crochet hour yang mayoritas hanya pada malam hari, kira-kira 2 jam,, karena nunggu anak tidur terlelap lebih dulu :p), akhirnya syal saya jadi juga. Sayangnya, 2 gulung benang ALİZE Lanagold ini tidak menghasilkan project yang saya rencanakan, yaitu: 1 syal dan 1 topi, tetapi hanya jadi 1 syal yang pendek (Panjang 90 cm, Lebar 20 cm, dengan Hook 4.5 mm). Dari pengalaman ini saya jadi tahu bahwa basketweave stitch sangat yarn-consuming alias boros benang sekali... fiuhhh... but thats not a big deal... :D
Saya akan akalin untuk menambahkan kancing agar syal nya bisa rapat saat dipakai. Ternyata it look gorgeous too! Saya lihat di Etsy Store banyak juga lho syal dengan kancing...
Okay, "Scarf Project #1" DONE!!!
The Next Project is "Scarf Project #2". Tunggu postingan-nya ya, karena sedang dirajut, dan akan ada Testimoni benangnya juga.
Terima Kasih untuk mampir membaca....!
Wassalam...
~ perlu tambahan kancing nih biar syalnya rapat tertutup dan rapi ~




~ This is my sister :D using Basketweave Stitch Scarf. Thank You for being my model yaa.. ~

Thursday, December 26, 2013

Testimoni: ALİZE Lanagold Batik

Salam! Dan Hai sahabat-sahabat perajut Indonesia dimanapun Anda berada! :)

Kali ini saya akan menuliskan testimoni tentang salah satu benang impor yang pernah saya rajut. Ini dia ALİZE LANAGOLD BATIK....

--Foto taken by Kiki, from
"Jual Benang Rajut Impor" FB Fan Page--

Inilah informasi tentang properti benang yang tertulis pada label-nya:

51% Acrylic, 49% Wool
100 gr - 3.53 Oz.
240 m - 262 yds
Needle: 4mm - 6 mm

Secara fisik, benang ini terasa empuk, lilitan benangnya tidak mudah pecah, seratnya berbulu layaknya benang akrilik, tetapi tidak banyak. Saat saya merombak rajutan dengan benang ini, bulu-bulunya tidak berterbangan dan tidak mudah tergerus gesekan. Benang ini juga tidak mengkilap.

Ketebalan benang disepanjang gulungan tidak seragam. Saya menemukan ada ketebalan benang chunky dan worsted di dalamnya. Memang dalam label informasi ply benang tidak ditemukan jenis benang apakah ini, tetapi ada informasi rentang ukuran pemakaian needle.

Saya menemukan adanya sambungan benang di dalam salah satu gulungannya (waktu itu saya memiliki 2 gulung), tetapi tidak menjadi masalah karena seratnya masih rapih (saya tidak perlu merapihkannya, karena ada jenis benang rajut yang saya miliki sambungannya amburadul sekali) dan masih mengikuti urutan warnanya.

Kombinasi warna batiknya seragam. Bila dirajut, maka warnanya akan urut (Self Striping). Hasil rajutan dengan benang ini terasa hangat, cocok untuk project sweater, syal, atau winter-set lainnya.

Itulah testimoni saya. Sejauh ini saya puas dengan benangnya dan tidak mengecewakan. Mudah-mudahan memberi informasi kepada Sahabat Perajut sekalian ya...

Terima Kasih!

To-Do-List: My Crochet Project For 2014

Assalammu'alaikum, dan Hai teman-teman pecinta merajut! Perkenalkan, saya Ghandes, and this is my first blog post as a crochetter. :)

Saya sudah merenda (crochet) sejak akhir November 2011, belajar sendiri/otodidak lewat youtube dan berbagai macam website tentang crochet. Sungguh, internet itu banyak sekali memberi ilmu dan manfaat jika kita memberdayakannya dengan benar.

Saat ini saya memiliki to-do-list crochet project untuk dipakai oleh suami, anak, dan saya sendiri. Rencana untuk tinggal di Turki pada pertengahan tahun 2014 adalah salah satu semangat tersendiri untuk mempersiapkan project-project tersebut. Alasannya, apalagi kalau bukan karena iklim 4 musimnya, terutama adanya musim dingin bersalju dan musim gugur. Mayoritas project yang akan dibuat adalah sekitar winter-set, seperti topi dan scarf (syal) atau cowl. Terpikir juga untuk membuat yang lainnya, seperti: mittens, leg warmer, dan capelet, tetapi syal dan topi sepertinya masih menjadi prioritas utama.

Selain winter-set, saya juga punya beberapa project yang ingin diselesaikan, seperti rajut jala, dan masih banyak juga gulungan benang-benang polyster, benang rayon, dan benang katun panda. Fiuhhh... baru terasa sekarang saya membeli benang terlalu banyak. :(

Tapi... Mari Tetap berpikir Positif dan Keep Productive! InsyaAllaah akan ada jalan menyelesaikan itu semua sebelum berangkat ke Turki (atau malah akan dibawa ke Turki benang-benang itu yaa...) :D

Okay, inilah my to-do-list crochet project for 2014:

1. Empat (4) buah scarf/cowl projects
2. Empat (4) buah topi
3. Dua (2) Tote Bag besar dengan teknik Rajut Jala
4. Satu (1) Wearable (pakaian)
5. Dua (2) Tas/Dompet dengan Benang Polyster

~Inilah benang-benang yang akan saya rajut sebagai winter-set. Ada benang bulky lokal, caron, akrilik, dan Orchid~


~ini benang polyster lokal yang siap dieksekusi untuk dijadikan tas dan dompet, warnanya gonjreng yee.. hihi~

Ada pula 6 gulung Benang Katun Panda dan 5 gulung Benang Rayon Lokal yang belum difoto. :)

Oke sampai disini dulu sharingnya.. Tunggu postingan saya selanjutnya tentang progress to-do-list project nya dan testimoni benang yang saya pakai...

Terima Kasih!
Wassalammu'alaikuum..